Tidak Hanya Satu, Berikut Ini Jenis-jenis Anxiety Disorder

Tidak Hanya Satu, Berikut Ini Jenis-jenis Anxiety Disorder

Setiap orang pasti pernah merasa cemas dalam hidupnya. Merasa cemas merupakan hal yang normal. Namun jika rasa cemas itu muncul secara berlebihan, bisa jadi Anda terkena gangguan kecemasan atau yang lebih dikenal sebagai anxiety disorder. Kecemasan atau anxiety adalah perasaan gugup atau gelisah. Rasa cemas adalah respon alami tubuh terhadap stres, yang sebenarnya bermanfaat untuk membuat kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada. Tetapi, hal ini bisa menjadi tidak sehat jika muncul secara berlebihan, sulit dikontrol, atau bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut sebagai gangguan kecemasan.

Terdapat beberapa penyebab umum terjadinya gangguan kecemasan, yaitu :

  • Pengalaman negatif yang menyebabkan stres atau trauma psikologis.
  • Gangguan kepribadian.
  • Efek samping obat atau zat tertentu, termasuk kafein dan narkoba.
  • Penyakit tertentu, seperti gangguan irama jantung dan penyakit tiroid.

Berikut ini adalah 3 jenis gangguan kecemasan:

  1. Gangguan panik

Penderita gangguan panik dapat mengalami serangan panik secara tiba-tiba dan berulang kali tanpa alasan yang jelas. Berikut ini beberapa gejala yang bisa muncul saat terjadi gangguan panik:

  • Berkeringat
  • Palpitasi (berdebar-debar)
  • Merasa tersedak/sesak di dada
  • Nyeri dada
  • Merasa seperti mengalami serangan jantung
  • Ketakutan
  • Gemetar
  • Merasa tidak berdaya

Seseorang dengan kondisi ini merasa seperti bisa diserang oleh orang lain kapan saja dan di mana saja. Gangguan panik dapat berlangsung kurang dari 10 menit hingga satu jam ataupun lebih. Jika mengalami gejala berupa jantung berdebar/nyeri dada saat serangan panik muncul, Anda dapat duduk dan memejamkan mata. Lalu tarik napas dalam-dalam melalui hidung, dan hembuskan melalui mulut. Ulangi beberapa kali hingga merasa lebih tenang. Jika tidak berhasil, segeralah konsultasi ke psikiater atau psikolog. Pengobatan yang diberikan oleh psikiater dapat berupa pemberian obat-obatan pereda cemas dan psikoterapi, seperti terapi perilaku kognitif.

  1. Gangguan kecemasan sosial

Gangguan kecemasan sosial/fobia sosial adalah rasa cemas atau takut yang luar biasa terhadap situasi sosial, baik sebelum, sesudah, maupun selama berada dalam situasi tersebut. Orang dengan gangguan ini merasa takut untuk mengatakan/melakukan sesuatu di depan umum, karena menganggap hal tersebut bisa mempermalukan mereka.

Beberapa gejala gangguan kecemasan sosial sebagai berikut:

  • Takut/enggan untuk berinteraksi, terutama dengan orang yang tidak dikenal.
  • Memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah.
  • Menghindari bertatapan mata dengan orang lain.
  • Takut dikritik atau dihakimi orang lain.
  • Merasa malu atau takut untuk bepergian ke luar rumah.

Gangguan ini beda dengan perasaan malu biasa. Jika gangguan ini dirasa ekstrim, hingga menyebabkan kesulitan dalam bersosialisasi ataupun menjalani aktivitas sehari-hari, maka pertolongan medis diperlukan. Pengobatan gangguan kecemasan bisa berupa obat pereda cemas atau antidepresan, serta terapi.

  1. Gangguan kecemasan umum (generalized anxiety disorder/GAD)

Gangguan kecemasan ini membuat penderitanya merasakan cemas berlebih dalam jangka waktu lama, biasanya sampai lebih dari 6 bulan. Penderita GAD dapat mengkhawatirkan banyak hal, contohnya keuangan atau pekerjaan. Seseorang yang menderita GAD biasanya kesulitan fokus pada suatu hal/berkonsentrasi, dan tidak bisa merasa santai. Pada beberapa kasus, rasa cemas yang berat ini dapat menimbulkan depresi.

Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa dirasakan penderita gangguan kecemasan umum:

  • Gemetar dan keringat dingin
  • Otot tegang
  • Pusing dan sakit kepala
  • Mudah marah
  • Susah tidur
  • Dada berdebar-debar
  • Sering merasa lelah
  • Sesak napas
  • Merasa sering ingin berkemih
  • Tidak nafsu makan

Ada dua cara pengobatan gangguan kecemasan umum, yaitu psikoterapi dan pemberian obat-obatan psikotropika atau obat penenang. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, gangguan kecemasan bisa berdampak buruk dan mengurangi kualitas hidup penderitanya. Maka dari itu, jika Anda mengalami rasa cemas yang berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya bisa segera konsultasi dengan psikiater atau psikolog.

Sumber : https://www.alodokter.com/kenali-tiga-jenis-gangguan-kecemasan-dan-gejalanya

Sumber gambar: Yonathan Dwijaya