Jenis-Jenis Gangguan Mental

Sumber foto: Yonathan Dwiaya

Kesehatan memang penting tetapi seringkali kesehatan hanya dipersepsikan dari segi kesehatan fisik saja. Padahal, sehat juga berlaku juga untuk kesehatan jiwa. Sayangnya, kesehatan jiwa masih dianggap tidak terlalu penting dibandingkan kesehatan fisik.  Kesehatan mental yang baik adalah dimana kondisi batin kita berada dalam keadaan tentram dan tenang, sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar. Kebanyakan mental illness ini muncul dari berbagai macam faktor seperti stress, depresi dan trauma akan kehilangan seseorang dan juga tekanan batin karena lingkungan sekitar contohnya seperti kurang perhatian dan kasih sayang.
Mental illness ini sudah menjadi isu yang diperbincangkan banyak orang. Seperti pada film Joker yang pernah tayang dibioskop yang mengangkat mental illness. Mental illness ini memiliki beberapa jenis:

  1. Gangguan kecemasan (Anxiety Disorder)

Seseorang yang memiliki gangguan ini akan mengalami kecemasan saat merespons suatu objek atau situasi. Umumnya penderita akan mengalami rasa ketakutan yang hebat. Hal ini juga disertai perubahan tanda fisik, seperti detak jantung yang semakin cepat, berkeringat, merasa pusing, dan sulit berkonsentrasi atau tidur. Kecemasan yang timbul wakatu berada di tempat umum, kepanikan dan fobia terhadap sesuatu, juga termasuk anxiety disorder.

2. Gangguan Suasana Hati (Mood Disorder)

Gangguan ini membuat penderitanya merasa sedih terus menerus, atau kebaliknnya, merasa bahagia secara berlebihan. Perpindahan emosional dari bahagia menjadi sedih secara ekstrem juga termasuk gangguan ini, biasa kita kenal dengan Bipolar Disorder. Contoh gangguan lainnya seperti depresi jangka panjang, gangguan afektif musiman, perubahan suasana hati dan iritabilitas yang terjadi selama fase pramenstruasi, serta depresi karena penyakit fisik.

3. Gangguan Psikotik (Psychotic Disorder)

Gangguan psikotik adalah gangguan yang dapat menyebabkan munculnya pemikiran dan persepsi yang tidak normal. Contoh gangguan ini salah satunya adalah skizofrenia. Gejala paling umum dari gangguan ini adalah halusinasi (mendengar, melihat, atau merasakan sesuatu yang tidak ada), dan delusi (mempercayai hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi).

4. Gangguan Makan (Eating Disorder)

Eating disorder adalah gangguan pada perilaku makan seseorang. Gangguan paling umum adalah anoreksia (menganggap diri memiliki berat badan berlebih padahal tidak), bulimia nervosa (makan banyak kemudian dikeluarkan secara paksa dengan cara dimuntahkan), dan binge-eating (makan berlebihan).

5. Gangguan Obsesif-Kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder/OCD)

Seseorang dengan gangguan ini selalu terobsesi secara konstan terhadap sesuatu, dan hal itu mendorongnya untuk melakukan hal yang sama berulang kali. Contoh, ketakutan terhadap kuman atau debu dapat membuat seseorang untuk mencuci tangan secara terus menerus.

6. Gangguan Kontrol Impuls dan Kecanduan (Impulse Control and Addition Disorder/ICAD)

Orang dengan gangguan ini tidak dapat menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang membahayakan dirinya ataupun orang lain. Contohnya adalah Pyromania (menyebabkan kebakaran) dan Kleptomania (mencuri). Penderita ini juga biasanya kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan, atau aktivitas tertentu seperti seks dan berbelanja.

7. Gangguan Kepribadian (Personality Disorder)

Gangguan ini membuat seseorang memiliki pola pikir, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dengan kebanyakan orang. Jenis gangguan kepribadian antara lain adalah borderline personality disorder (perubahan suasana hati yang intens, ketakutan akan ditinggalkan, perilaku impulsif dan tidak stabil), dan antisocial personality disorder (mengabaikan perasaan/kebutuhan orang lain, memanipulasi orang lain untuk kepentingan dirinya, tidak merasa bersalah atas tindakan yang dia lakukan)

8. Gangguan Stres Pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD)

Gangguan ini dapat muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis, contohnya pelecehan seksual/fisik, kematian orang yang dicintai, ataupun bencana alam. Memori tidak menyenangkan tersebut susah hilang dan dapat membuat penderita PTSD mati rasa secara emosional.

9. Gangguan Disosiatif (Dissociative Disorder)

Gangguan ini adalah perubahan dalam ingatan, kesadaran, dan identitas umum tentang diri dan lingkungan penderita. Gangguan ini biasanya diasosiasikan dengan stres luar biasa yang diakibatkan oleh peristiwa traumatis yang dialami/disaksikan oleh penderita. Contohnya gangguan identitas kepribadian ganda.

Jangan pernah kita menganggap remeh kesehatan mental kita. Kestabilan antara mental dan fisik itu perlu. Karena jika fisik dan mental sehat maka anda akan merasakan kebahagiaan. Maka dari itu kita harus peka kepada orang sekitar dan membantunya jika ada orang lain mengalami masalah mental. Dan jika anda mengalami salah satu gangguan mental seperti yang diatas janganlah anda malu untuk meminta bantuan kepada orang sekitar. Ingat lebih baik diobati sekarang daripada tidak sama sekali karena anda itu lebih berarti dari segalanya.

Dilansir dari: https://blog.ruangguru.com/9-macam-gangguan-mental-joker-termasuk-yang-mana